RUU Penyelenggaraan Pemilu Perlu Antisipasi Calon Tunggal Pilpres

Posted on

pemilu

DETIKBERITA.CO – DPR Bersama Pemerintah saat ini sedang menggodok RUU Penyelenggaraan Pemilu. Diharapkan, RUU tersebut mencerminkan keadilan dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.

Kepala Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR, Indra Fahlevi, mengatakan pembuat UU Pemilu perlu mengantisipasi terjadinya kasus satu pasangan calon dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019.

“Konstalasi politik saat ini memberi peluang munculnya kasus calon tunggal dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Itu harus diantisipasi dari sekarang. Jangan seperti Pilkada, setelah kasus muncul (calon tunggal) kemudian undang-undang diubah untuk mengatasinya,” ujar Indra pada acara KPU RI di Batam, seperti dikabarkan laman KPU, Selasa (6/12).

Indra juga mengkritisi tujuan dari RUU Pemilu yang pada beberapa bagian bertentangan dengan implementasi teknisnya. Stabilitas dan efektivitas pemerintahan yang menjadi tujuan RUU Pemilu melalui sistem kepartaian yang efektif di parlemen sulit dicapai dengan format daerah pemilihan (dapil) berkursi 3 sampai 10 kursi untuk DPR, dan 3-12 kursi untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Baca Juga: Sistem Penyelenggaraan Pemilu “Terbuka Terbatas” Bukan Solusi

“Kalau mau menginginkan sistem kepartaian yang efektif sebaiknya alokasi kursi реr dapil didesain antar 3-6 kursi реr dapil atau 3-7 kursi tetapi konsekuensinya jumlah dapil akan bertambah banyak,” jelasnya.

Untuk penentuan alokasi kursi, RUU Pemilu menetapkan metode divisor saint lague yang dimodifikasi. Berdasarkan simulasi yang dibuat Sekretariat Bersama Kodifikasi RUU Pemilu, metode divisor saint lague yang dimodifikasi menguntungkan partai besar dan merugikan partai menengah.

Dengan menggunakan dasar perhitungan hasil perolehan suara pada pemilu 2014, penggunaan metode saint lague yang dimodifikasi untuk mengalokasikan kursi ke setiap partai secara nyata menguntungkan tiga partai besar, yaitu PDIP, Golkar dan Gerindra, sementara tujuh partai lainnya mengalami pengurangan jumlah kursi.

“Inilah yang disebut rekayasa sistem pemilu. Tidak ada yang salah di sini. Tergantung kita mau memilih yang mana,” tukas Indra. [rmol]

Kata Kunci Pencarian:
poto legond of satcuary gambar telanjang,

Loading...
loading...
loading...