Rekapitulasi Suara Tidak Boleh Lompat-lompat

Posted on

DETIKBERITA.CO – Proses penghitungan suara dan rekapitulasi perolehan suara merupakan momen krusial dalam pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan kepala daerah (pilkada).

Untuk meminimalisir kesalahan pada tahapan tersebut, Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hadar Nafis Gumay meminta aparat penyelenggara pemilihan untuk cermat, teliti, serta menjalankan tugas sesuai tahapan dengan petunjuk yang ada.

“Pada tahapan pengitungan suara ini perlu sekali kecermatan. Kecermatan, ketelitian, dan order, prosesnya harus runtut, jangan lompat-lompat. Jangan, ‘oke kita buka sekarang, langsung saja, sah, tidak sah’. Padahal setelah dibuka sesudah itu kan mestinya dihitung surat suaranya ada berapa dalam kotak, cocok nggak, ada sisa nggak tadi, jangan dikeluarin tapi nggak dihitung,” tutur Hadar dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemungutan, Penghitungan, Rekapitulasi, Dan Penetapan Hasil Pilkada Tahun 2017 di Kota Manado, Kamis (15/12).

“Padahal kita nggak tahu ada berapa tadi surat suaranya. jadi order-nya kita buka, kita hitung berapa banyak surat suara yang kita keluarkan dari kotak tadi, dan seharusnya itu jumlahnya kalau ditotalkan dengan surat suara yang kita terima di awal, surat suara yang kita keluarkan dari kotak, dengan yang sisa itu harusnya klop,” lanjut Hadar menerangkan beberapa tahapan sebelum proses penghitungan suara dimulai.

Jika ada indikasi kekeliruan dalam salah satu tahap itu, Hadar meminta penyelenggara pemilihan untuk mencari letak kesalahan tersebut hingga ditemukan, sebelum lanjut pada tahapan selanjutnya.

“Jadi sekali lagi harus runtut, dijalankan sesuai prosedurnya. Jika setelah dihitung jumlahnya ada yang missing, jangan langsung ke tahap selanjutnya. Cari dulu, mana nih kok ada yang tidak klop. Nah begitu sudah jelas barulah mulai menghitungnya,” sebut dia.

Untuk menjamin kelancaran proses penghitungan suara, Hadar meminta para peserta bimtek untuk menempatkan formulir C1 plano di tempat yang bisa dilihat oleh semua pihak. “Semua ini langsung dicatat di form C1 plano yang penempatannya bisa dilihat oleh semua pihak,” kata Hadar.

Setelah proses penghitungan suara tuntas, Hadar meminta aparatnya untuk memastikan angka-angka yang tercantum dalam form tersebut tepat dan sinkron.

Baca Juga: Tepis Diwawancarai, Eko Patrio Curhat Di Medsos

“Setelah semua selesai dihitung, semua ditotalkan, dan harus dipastikan semuanya sinkron. Surat suara yang tadi digunakan semua harus sinkron angka-angkanya, sehingga apa yang kita lakukan ini tidak ada kekeliruan,” lanjutnya.

Usai memastikan angka dan sinkrronisasi data, Hadar juga meminta petugas di lapangan untuk memberi waktu kepada semua pihak yang masih berada di TPS pada saat proses penghitungan suara guna mengambil gambar hasil penghitungan tersebut. Menurutnya, selain dapat meningkatkan aspek transparansi dalam pemilihan, upaya itu juga bisa menjadi alat kontrol untuk menghindari kecurangan-kecurangan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Apa yang sudah kita hitung satu persatu tadi jika sudah dipastikan angka-angkanya, selanjutnya harus ditandatangani (oleh anggota dan ketua KPPS). kalau sudah ditandatangani berikan waktu sejenak kepada warga untuk memfoto misalnya, sehingga akan semakin banyak yang membantu kita untuk mengontrol, dan menutup kemungkinan pihak-pihak yang mau merubah angka tersebut di tahap rekap selanjutnya, termasuk mengoreksi kalau ada kekeliruan,” papar Hadar. [rmol]

Kata Kunci Pencarian:
berita ormas china detik com,cara memperbaiki rekaman yang ngeber,Coba carikan berita tentang narkoba,Oke Google harga karet premium,Oke Google permainan telanjang,Ultraman terkena rumah,video Frozen yang tadi,

Loading...
loading...
loading...