Polri: Aksi Makar Sudah Mulai Dilakukan

Posted on

kapolri-badrodin-di-dpr

DETIKBERITA.CO – Hingga saat ini, banyak pro dan kontra terkait dengan langkah Polri menangkap sejumlah aktivis yang diduga melakukan makar.

Terkait hal itu, Kabagpenum Div. Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, mengatakan, pro dan kontra yang terjadi di publik terkait dengan langkah yang dilakukan oleh Polri itu merupakan hal yang sah-sah saja.

Tetapi, lanjut Martinus, perlu diketahui bahwa Polri selalu menerapkan tahapan-tahapan yang jelas sebelum melakukan langkah penahanan.

“Sebelum melakukan penahanan kami sudah melihat dan mengetahui, bahwa ada perilaku-perilaku yang mengarah ke arah makar. Bukan hanya ujug-ujug saja langsung di tahan,” kata Martinus dalam acara ‘Dikejar Makar’ yang digelar di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12).

Lebih lanjut Martinus mengatakan, waktu penangkapan yang dilakukan Polri pada Jumat (2/12) lalu merupakan waktu yang tepat setelah melihat apa yang terjadi sebelumnya yang dilakukan oleh pelaku terduga makar tersebut.

“Polisi bukan tanpa bukti, kami punya bukti, perilaku dari individu-individu tersebut mengarah ke arah makar,” tegas Martinus.

Martinus pun menuturkan bahwa yang menjadi pegangan Polri pada saat ini ada delik formil, bukan delik materil. Menurutnya, beberapa dari tokoh yang ditangkap diketahui telah merencanakan untuk menduduki komplek Parlemen, yang kemudian melakukan penggulinga atas Pemerintahan Jokowi-Jk, lewat Aksi 212.

Kata Martinus, menurutnya sah-sah saja kalau ada pro dan kontra di masyarakat. Tetapi kata dia, pihak kepolisian akan tetap menjalankan tugasnya dalam melakukan penyelidikan.

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansur Disebut Mirip Pahlawan Bertopeng, Inilah Alasannya

Diketahui, polisi menangkap 11 tokoh aktivis pada Jumat pagi (2/11), atau sebelum Aksi 212. Mereka adalah, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas, Ratna Sarumpaet, Eko Suryo Santjojo, Adityawarman Thahar, Firza Huzein, Ahmad Dhani, Jamran, Rizal, dan Alvin Indra.

Tujuh tokoh aktivis sudah dibebaskan, Sabtu dini hari tadi. Dan sisanya, yakni Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal resmi ditahan untuk 20 hari ke depan.

Dari ketiga orang yang ditahan itu, kata Martinus, Jamran dan Rizal Kobar diduga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sedangkan, Sri Bintang Pamungkas dijerat dengan tuduhan makar. [jitunews]

Kata Kunci Pencarian:
pro kontra aksi 212,wirda mansur,memek anak anak kencing mp4,media yang kontra dengan aksi 212,giliran buzzer ahok diserang,Foto anak sekolah MTS sunah rosul,equil aksi 212,eko yang ditangkap itu siapa,downlod Bee movie vidio,apa tujuan rahmati soekarnoputri menjatuhkan pemerintahan yang syah,

Loading...
loading...
loading...