Melihat sidang Ahok, Ingat Pada Sidang Jessica Dengan Kasus Kopi Sianida

Posted on

DETIKBERITA.CO – Melihat sidang Ahok, kemarin, mengingatkan kita dengan sidang kasus kopi sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso. Sama-sama diwarnai tangisan di depan hakim. Bedanya, tangisan Jessica dilakukan saat membacakan pledoi atau pembelaan. Sementara Ahok melakukannya di sidang perdana, saat membacakan eksepsi atau nota keberatan.

Sidang yang digelar di eks gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu begitu ramai. Puluhan manusia luber sampai ke jalan raya. Sebagian besar didominasi massa dari GNPF MUI yang menggelar aksi yang menuntut penahanan Ahok. Mereka sudah mulai ada di lokasi sejak pukul 7 pagi.

Ada pula pendukung Ahok yang mengenakan kemeja kotak-kotak merah. Mereka dibatasi barisan personel polisi. Sisanya, warga dan wartawan yang tak kebagian tempat meliput di dalam ruang sidang.

Di dalam ruang Koesoema lantai 2, hanya ada sekitar 80 orang. “Ruang sidang hanya muat 80 orang, sudah penuh,” ujar suara dari speaker, mengingatkan massa agar tak masuk ke dalam pengadilan. Pintu gerbang pun ditutup. “Silakan menonton di luar pengadilan, atau di layar televisi,” imbau pihak pengadilan.

Namun, tak ada layar serta pengeras suara yang disiapkan pihak pengadilan. Massa pun menonton persidangan itu dari mobil-mobil pemancar stasiun televisi yang parkir di depan gedung pengadilan. Personel kepolisian tak kalah ramai. Ada 2996 personel gabungan yang menjaga sidang itu. Ratusan aparat kepolisian membentuk barisan di sepanjang jalan masuk gerbang gedung. Dari lokasi persidangan terlihat kendaraan lapis baja, empat unit water canon, dan satu unit mobil Gegana.

Ahok tiba di gedung PN Jakut pukul 07.50 WIB. Tak ada yang menyadari kedatangannya. Sebab, selain mobil itu berkaca gelap, mobil itu menerobos pintu gerbang pengadilan. Begitu turun di pintu depan pengadilan, Ahok disambut teriakan “Tangkap Ahok” berulangkali dari para pendemo di depan gerbang.

Ahok tak menolehkan kepala, mengabaikan teriakan para pendemo. Didampingi lima ajudannya, Ahok yang berbatik lurik coklat lengan panjang langsung masuk ke dalam pengadilan.

Tepat pukul 9, sidang pun dibuka Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto. Sebelum memanggil terdakwa, Kepala PN Jakut itu mempersilakan stasiun televisi menyiarkan secara langsung sidang itu. Asal, bukan acara pembuktian.

Setelah mengumumkan hal itu, Ahok pun dipanggil. Dia sempat meladeni pewarta foto sebelum duduk di kursi pesakitan. Raut wajahnya tegang, tanpa senyum. Eks bupati Belitung Timur itu tampak membawa buku berjudul “Merubah Indonesia”, beberapa lembar kertas, dan sebotol air mineral ukuran sedang.

Seperti lazimnya persidangan, Hakim Ketua Dwiarso mengawali dengan mengecek identitas terdakwa. Barulah, jaksa membacakan surat dakwaan untuk Ahok. Ada 13 JPU Kasus Ahok yang diketuai Jaksa Ali Mukartono. Sementara Ahok didampingi 34 pengacara yang dipimpin Trimoeldja D. Soerjadi. Tapi hanya 10 yang masuk ke ruang sidang.

Jaksa Ali сѕ menyatakan, Ahok dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan ataupun penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Penodaan itu dilakukan dengan menghina Al-Quran Surat Al Maidah Ayat 51 dalam sambutan yang disampaikan saat Ahok mengunjungi Pulau Pramuka, Kecamatan Pulau Seribu Selatan, pada 27 September 2016. Jaksa Ali kemudian membacakan transkrip pidato Ahok di Kepulauan Seribu itu.

Jaksa menduga, tujuan Ahok mengucapkan hal itu adalah meminta kepada masyarakat untuk tidak ragu memilihnya meski agamanya minoritas. Seolah-olah, Surat Al Maidah sudah dipergunakan orang untuk membohongi dan membodohi masyarakat. Padahal, justru menurut jaksa, terdakwa sendiri yang memakai surat itu sebagai alat untuk membodohi masyarakat. Pembacaan dakwaan hanya berlangsung sekitar 40 menit.

Berikutnya giliran Ahok membacakan nota pembelaan alias eksepsi. Di sini, Ahok menegaskan tak bermaksud menistakan agama Islam. Ucapan di Kepulauan Seribu itu, ditujukannya untuk para oknum politisi yang memanfaatkan Surat Al-Maidah 51, secara tak benar. Ahok kemudian meminta izin membacakan salah satu Sub-judul dari bukunya, yang berjudul “Berlindung Dibalik ayat suci” ditulis pada tahun 2008. Intinya, ada orang-orang yang “menjual” ayat-ayat agama untuk memuluskan langkahnya menjadi pemimpin.

Setelah itu, Ahok sempat menceritakan riwayat hidupnya. Di sinilah, tenggorokannya mulai tercekat, tanda menahan tangis. Ahok menceritakan, dia lahir dari pasangan keluarga nonmuslim di Belitung Timur Indra Tjahaja Purnama (almarhum) dan Buniarti Ningsing.

Dia kemudian diambil menjadi anak angkat keluarga muslim asal Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan, Haji Baso Amir, adik kandung mantan Panglima Angkatan Bersenjata Indonesia Jenderal (Purn) M Jusuf. “Ayah kandung dan ayah angkat saya bersumpah untuk bersaudara sampai akhir hayat,” tegas Ahok.

Kecintaan keluarga Haji Baso Amir, meski hanya sebagai orang tua angkat, sangat berbekas di hati Ahok. Bahkan uang pertama masuk kuliah S2 di Prasetya Mulya, dibayar oleh kakak angkat Ahok, Haji Analta Amir.

“Saya seperti orang yang tidak tahu berterima kasih, apabila saya tidak menghargai agama dan kitab suci orang tua dan kakak angkat saya yang Islamnya sangat taat,” tegasnya. Ahok mulai tersedu. Pengacaranya, Sirra Prayuna, mengambilkannya tisu.

Setelah isaknya mereda, Ahok pun melanjutkan, meski sebagai anak angkat, Ahok ingin membalas kebaikan tersebut. “Saya sangat sedih dituduh menista agama Islam. Tuduhan itu sama saja saya menista orang tua angkat saya sendiri,” ujar Ahok, tersedu lagi.

Ahok juga membeberkan telah menerapkan banyak program membangun masjid, mushollah dan surau, dan bahkan merencanakan membangun pesantren, dengan beberapa kiai dari Jawa Timur.

Dia juga menyisihkan penghasilannya sejak menjadi pejabat publik minimal 2,5% untuk disedekahkan yang di dalam Islam, dikenal sebagai pembayaran Zakat. Juga menyerahkan hewan Qurban atau bantuan daging di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dia juga mengeluarkan kebijakan-kebijakan, termasuk untuk menggaji guru-guru mengaji, dan menghajikan Penjaga Masjid/Musholla (Marbot atau Muadzin) dan Penjaga Makam.

Ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta, dia juga membuat banyak kebijakan, di antaranya kebijakan agar di bulan Suci Ramadhan para PNS dan honorer, bisa pulang lebih awal, dari aturan lama jam 15.00 WIB menjadi jam 14.00 WIB, agar umat Muslim dapat berbuka bersama keluarga di rumah, sholat magrib dan bisa tarawih bersama keluarganya. Pemda, juga membangun Masjid Fatahillah di Balaikota.

Baca Juga: Ahok Kembali Dipolisikan Karena Kembali Menista Agama Pada Sidang Pertama

Ahok menegaskan, bersama Pemprov, dia akan terus, membangun Masjid Raya/besar, di setiap rusun. Dia pun berharap hal-hal yang disebutkan dipertimbangkan majelis hakim. Juga, menyatakan dakwaan JPU tidak dapat diterima, atau batal demi hukum, sehingga dirinya dapat kembali, melayani warga Jakarta dan membangun kota Jakarta.

Sementara itu, tim kuasa hukum Ahok mengungkap sejumlah alasan mengapa majelis hakim harus menolak dakwaan JPU. Pertama, surat dakwaan dianggap prematur karena tak dilalui mekanisme peringatan keras. Kedua, kubu Ahok menilai surat dakwaan melanggar ketentuan Lex Specialis Derogat Lex Generalis. Prinsip itu menyebut aturan hukum yang bersifat khusus harus mengesampingkan aturan hukum yang bersifat umum.

Selain itu, dia mengklaim, surat dakwaan tak menjelaskan akibat dari perbuatan yang dilakukan oleh Ahok. Terakhir, di dalam dakwaan tak dijelaskan siapa subjek korban. Atas dasar itu, dia mengharapkan supaya majelis hakim menolak seluruh dakwaan jaksa tersebut. “Kami mohon agar majelis hakim menolak seluruh dakwaan jaksa,” pinta Trimulja.

Sidang pun akan melanjutkan sidang Selasa pekan depan. Pukul 11.30 WIB, sidang ditutup. Ahok segera bergegas ke ruang tunggu.

Di sana, ada kakak angkatnya, Nana Riwayatie. Ahok yang duduk tampak dipeluk dari belakang oleh Nana. Raut sedih tampak di wajah keduanya. Tangan kakaknya dipegangnya.Sekitar pukul 12, Ahok meninggalkan PN Jakut. [rmol]

Kata Kunci Pencarian:
berita ahok setelah sidang,perkiraan putusan sidang ahok,http://googleweblight com/?lite_url=http://www detikberita co/Info-prediksi-keputusan-sidang-ahok-kedepan html&ei=MGIGjAWv&lc=id-ID&s=1&m=808&host=www google co id&ts=1483454174&sig=AF9Nedm6x_W2mRqvISoNj8SuPTeodP9BAw,emot coklat di fb,boni hargens desember 2016,sidang ahok dibebaskan,harga mobil massa cx2,berita persidangan pertama ahok,prediksi sidang ahok,berita ahok ke gubah,

Loading...
loading...
loading...