Kian Deras Mendorong Jokowi Hadiri Aksi 2 Desember

Posted on

jokowi

DETIKBERITA.CO – Aksi damai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) berlangsung hari ini di Monumen Nasional (Monas). Umat dari berbagai daerah hadir dalam aksi yang berlangsung sampai pukul 13.00 WIB itu.

Para ulama dari GNPF menjamin aksi berjalan super damai. Para peserta diminta membawa sajadah. Sudah ditegaskan jangan ada yang membawa senjata tajam dan benda runcing.

Para politikus pun mulai bersuara mendorong Presiden Joko Widodo hadir dalam kegiatan tersebut. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengajak Presiden Joko Widodo untuk hadir dan ikut salat Jumat bersama.

“Ini suara saya pribadi, kalau misalnya bapak Jokowi berkenan salat Jumat bersama besok itu pastinya sangat bagus. Ini tegaskan bahwa aksi ini super damai. Harapan yang ditangkap masyarakat mereka sangat berharap besok presiden bisa maknai aksi super damai itu dengan ikut salat Jumat berjamaah,” kata Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/12).

Hidayat mengimbau agar pendemo dan aparat gabungan bisa menjaga aksi tersebut berjalan damai. Sebab, desakan dari pendemo sudah jelas yakni agar Gubernur DKI Jakarta non-aktif segera ditahan karena telah menistakan agama.

“Maka harus penting betul saling memahami, antara rekan-rekan peserta aksi dan rekan-rekan aparat, mereka bukan musuh, mereka sesama bangsa indinesia, pecinta NKRI, apalagi kalau sesama muslim,” jelasnya.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini juga menyarankan Jokowi hadir dalam aksi susulan itu. Menurutnya, kehadiran Jokowi akan menunjukkan bahwa dia dekat dengan rakyat.

“Kalau pak Presiden bisa menyambut dan menemui mereka sangat bagus sekali. Sinyal komunikasi yang sangat bagus dari seorang presiden yang selama ini dekat dengan rakyat,” kata Jazuli saat dihubungi, Kamis (1/12).

Jazuli menuturkan hadirnya Jokowi memberikan sinyal positif bahwa pemerintah menaruh perhatian terhadap setiap kasus baik besar hingga kecil. Oleh karenanya, jika Jokowi menemui pendemo maka akan sangat baik bagi persatuan dan kesatuan bangsa.

“Yang telah mengedepankan dirinya selalu respek terhadap persoalan rakyat sekecil apapun. Kasus-kasus kecil banyak telah mendapat perhatian beliau,” jelasnya.

Baca Juga: Kisah Tekad Baja Kafilah 212 dari Medan: “Selama Nyawa Masih di Diri, Apapun Kendala Akan Dihadapi”

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid justru menilai Jokowi tidak harus bergabung dengan massa aksi. Presiden cukup menunjukkan komitmen agar proses hukum kasus Ahok berjalan tanpa intervensi pihak mana pun.

“Tidak harus hadir. Yang penting komitmen untuk selesaikan kasus hukum Ahok dan tanpa intervensi Jokowi apalagi keberpihakan Jokowi kepada Ahok,” kata Sodik saat dihubungi merdeka.com, Kamis (1/12).

Menurut Sodik, mengawal proses hukum Ahok secara adil dan akuntabel lebih penting ketimbang hadir dalam aksi besok. Sebab, dengan cara itu publik akan merasa tuntutan mereka diakomodir pemerintah.

“Lebih penting proses hukum daripada ketemu. Hanya untuk menghibur apalagi untuk nego atau sampaikan alasan agar tidak proses hukum,” tandasnya. [intelijen]

Kata Kunci Pencarian:
bagaimana kalau ahok tidak di tahan besok,Teguh origami Minang,

Loading...
loading...
loading...