KH Bachtiar Nasir Beberkan Energi Aksi Damai 212, Bersatunya Kaum Muslimin yang Ditakuti Musuh-musuh Islam

Posted on

DETIKBERITA.CO – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI KH Bachtiar Nasir berkesempatan menyampaikan taujih di Masjid Pondok Indah pada Selasa (6/12/16) dengan tema ‘Silaturahim Setalah Aksi 212.’

Selain membahas berbagai keajaiban dan kemenangan yang Allah Ta’ala berikan, KH Bachtiar Nasir juga menyebutkan satu-satunya energi aksi 212 yang membuat musuh-musuh Islam ketakutan.

“Kalau energi 411 kita kaget dan euforia ternyata umat Islam bisa bersatu, tapi energi 212 seakan-akan Allah memperlihakan bahwa kita (kaum Muslimin) sudah bersatu.” ujar Kiyai Bachtiar.

Sebagai wujud dari persatuan Islam yang mulai terwujud itu, kaum Muslimin sudah tidak membedakan ormas, selama masih sesama Muslim. Hal ini ditandai dengan kejadian-kejadian yang dialami oleh KH Bachtiar Nasir, Habib Rizieq Syihab, maupun dai-dai lainnya.

Kiyai Bachtiar mengaku, pihaknya sudah mendapatkan undangan mengisi acara Maulid Nabi dari berbagai daerah, padahal selama ini sangat jarang karena beliau merupakan pengurus Majlis Tarjih Pusat Muhammadiyah.

Selama ini, Maulid Nabi selalu identik dengan acara syiar yang masyhur di kalangan Nahdhatul Ulama dan pengisinya pun dari Kiyai-kiyai yang memang berasal dari ormas NU.

Baca Juga: Kesaksian Mengejutkan Mr. Paul dari Amerika di Tengah Aksi Damai 212

Sebaliknya, Habib Rizieq Syihab dan FPI yang kerap diundang untuk mengisi acara-acara Maulid Nabi, kini juga mendapatkan undangan dari berbagai ormas Islam untuk mengisi acara di ormas Persatuan Islam dan Al-Irsyad yang memiliki sedikit kebiasaan berbeda dengan NU dalam berbagai hal.

Bahkan, ibu-ibu Aisyiyah yang merupakan salah satu organisasi di bawah Muhammadiyah mengumandangkan takbir serentak di Masjid Al-Azhar saat mengetahui bahwa pengisi kajian berikutnya adalah Habib Rizieq Syihab yang identik dengan NU. Musuh-muush Islam tahu persis, kaum Muslimin bersatu tak bisa dikalahkan! [pm]

Kata Kunci Pencarian:
gambar noken laki,

Loading...
loading...
loading...