Tim Pemenangan: Di Internal PDIP Elektabilitas Ahok-Djarot Di Atas 40 Persen : Berita Terbaru Hari Ini

Posted on


DETIKBERITA.CO – Elektabilitas pasangan petahana di Pilkada DKI Jakarta, Basuki “Ahok” Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, mengalami penurunan drastis. Dalam catatan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), elektabilitas mereka tersisa 24,6 persen atau mengalami penurunan 6,8 persen dari bulan Oktober lalu.

Hasil riset itu dibantah keras ketua tim pemenangan Ahok-Djarot untuk Jakarta Timur, Wiliam Yani. Ia pribadi tidak mau memusingkan hasil survei LSI. Menurutnya, banyak lembaga survei yang mengeluarkan rilis berbeda-beda soal elektabilitas di Pilkada DKI, sehingga tingkat kepercayaan tim pemenangan Ahok-Djarot kepada survei publik semakin rendah.

“LSI, Populi Center, SMRC kan beda-beda. Bedanya jauh. Di Oktober, LSI sebut 34 persen. Tapi ternyata Populi Center dan SMRC masih di atas 40 persen. Sekarang kalau dia (LSI) bilang 24 persen, kita mau percaya mana nih?” ujarnya, saat ditemui di Resto Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (11/11).

Politikus PDI Perjuangan ini menegaskan PDIP hanya mempercayai hasil survei internal yang dilakukan partai untuk Pilkada Jakarta.

“Di PDIP (survei internal), Ahok-Djarot masih di atas 40 persen,” pungkasnya.

LSI mencatat, kasus dugaan penistaan agama membuat elektabilitas Gubernur DKI Jakarta (non aktif), Ahok, merosot tajam.
Elektabilitas petahana tersebut bahkan sudah di bawah 30 persen, yaitu di angka 24,6 persen. Elektabilitas Ahok turun 6,8 persen dari survei yang sama di bulan Oktober2016 sebesar 31,4 persen. Turun sebesar 24,5 persen jika dibanding survei Juli 2016 yang sebesar 49,1 persen.

“Elektabilitas Ahok turun drastis sebanyak 34,7 persen jika di banding survei Maret 2016 yang berkuasa sebesar 59,3 persen. Penurunan drastis ini karena ada kasus penistaan agama,” ujar peneliti LSI, Adjie Alfaraby, saat memaparkan hasil survei terbaru LSI di Jalan Pemuda 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (10/11).

Survei tersebut dilakukan pada tanggal 31Oktober hingga 5 Oktober 2016 di Jakarta. Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden. Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of Error survei ini plus minus 4,8 persen. Survei ini dibiayai dengan dana sendiri, dan dilengkapi puladengan kualitatif riset (FDG/focus group discussion, media analisis, dan indepth interview).  (rm)

Source link

Kata Kunci Pencarian:
cara menghitung persen di kalkulator hp,berita terbaru Hancurnya Elektabilitas Ahok,membuat grafik suara dan persentasi di pilkada,vidio kepala daerah asusila ter baru,natasha willona di remas,komik ketemu mama dijalan sudah dri pasar,http://www detikberita co/Info-memek-elsa-pitaloka-terbaru html/page/2,cara modif tamoilan unipad,carA menghitung persen dengan kalkulator hp,bahan bahan membuat squishy slow cooker,

Loading...
loading...
loading...