Munarman: Aksi Bela Islam 3 Tetap Digelar! : Detikberita.co Terbaru Hari Ini

Posted on

DETIKBERITA.CO –  Gelar perkara kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan diumumkan pada Rabu (16/11) siang.

Sejumlah saksi ahli dari pihak pelapor antara lain Habib Rizieq Shihab, Husni Muadz dan Neno Warisman sudah meninggalkan gedung Mabes Polri pada pukul 19.00WIB. Adapun

Kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna, mengatakan pihaknya tinggal menunggu kesimpulan dari gelar perkara yang akan disampaikan oleh Kabareskrim  Polri Komjen Ari Dono.

“Kami tinggal menunggu kesimpulan dari penyidik Bareskrim untuk merumuskan apakah dari hasil penyelidikan telah ditemukan adanya tindak pidana atau tidak,” kata Sirra Prayuna usai gelar perkara, Selasa malam.

Ia mengatakan pihaknya siap apapun kesimpulan yang diumumkan polisi.  “Saya tunggu, bagaimanapun hasil dan kesimpulan dari Polri nantinya kami akan terima, apapun itu,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan kesimpulan atau hasil gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan diumumkan oleh Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono pada Rabu (16/11) siang. “Mudah-mudahan besok tidak lebih dari jam 14.00 WIB, (disampaikan langsung) Kabareskrim,” kata Boy.

Aksi Bela Islam

Sementara itu,  Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menggelar rapat konsolidasi dan evaluasi pasca Aksi Damai 411. Rapat yang dipimpin Ustadz Bachtiar Nasir dihadiri sejumlah habib, ulama dan tokoh nasional. Diantaranya Habib Rizieq Shihab, Sarwan Hamid, Slamet Subianto, Ahmad Dhani, dan Ratna Sarumpaet.

Selain itu hadir juga Alfian Tanjung, KH Syafei, Abu Jibril, Muhammad Al Khathath, Ismail Yusanto, AM Fatwa, Zaitun Rasmin, Awit Mashuri, Sobri Lubis dan Panglima FPI, Munarman. Rapat berlangsung di Pagaruyung Ballroom, Jakarta, Kamis (10/11/2016) lalu. Rapat berlangsung dari pukul 15.30 – 20.00 wib.

Panglima FPI Munarman membenarkan rapat yang hasilnya akan turun aksi kembali dengan nama Aksi Bela Islam Jilid 3. Namun ia membantah jika harus melawan aparat keamanan ketika Aksi Bela Islam Jilid 3. Alasannya informasi yang menyebar saat ini sudah banyak penambahan kata-kata dan ngawur.

“Sudah ditambah tambahin itu. Sudah ngawur,” ujar Munarman saat dihubungi Harian Terbit, Selasa (15/11/2016).

Menurut Munarman,  adanya informasi tidak jelas yang disebarkan bisa jadi  adalah cara untuk memfitnah ulama sebagai provokator.   “Gak jelas, sekarang banyak beredar info yang gak jelas,” tegasnya.

Netral

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Soni Sumarsono menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI bersikap netral terhadap pelaksanaan gelar perkara penistaan agama. “Jadi posisi Pemprov tetap netral,” kata Soni di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2016).

“Pemprov DKI dalam konteks kasus Pak Ahok sama sekali posisinya diluar pagar. Tidak terlibat atau melibatkan diri. Yang penting adalah, ketika Pak Ahok itu cuti diluar tanggungan negara dan nont aktif, berarti sudah bukan digaris dalam ranah Pemprov DKI. Jadi betul-betul murni sebagai individu,” jelasnya. (ht)

Source link

Kata Kunci Pencarian:
bela islam3,biografi sirra prayuna kuasa hukum ahok,kesimpulan dan saran dari aksi damai 2 desember,DOODLE ARIE,kesimpulan aksi bela islam 3,Kesimpulan aksi damai bela islam III,kesimpulan berita di detik news,kesimpulan dari aksi bela islam 3,

Loading...
loading...
loading...