Membaca Keberpihakkan Parade Bhinneka Tunggal Ika : kabar Terupdate Hari Ini

Posted on

DETIKBERITA.CO – Parade Bhinneka Tunggal Ika sudah usai. Segala hiruk pikuk mulai dari klaim pengisi acara hingga rebutan makanan dan bagi-bagi uang transportasi juga turut berakhir.

Lalu apa hasilnya?

Dalam bingkai idealisme, parade Bhinneka Tunggal Ika, sebuah kegiatan yang amat positif. Sebuah kegiatan untuk kembali mengingatkan rakyat Indonesia akan adanya bahaya disintegrasi karena ulah segelintir elit yang ingin bangsa ini pecah agar ketamakan kuasa mereka terpuaskan.

Pada barisan ini ada tokoh-tokoh yang integritas kebangsaannya tak diragukan lagi. Sebut saja Tunggal Pawestri. Seorang aktivis perempuan yang selama ini aktif menggeluti isu keberagaman, membela hak-hak warga negara dan dikenal gigih menyuarakan ekualitas perempuan.
Bersama dengan para pemuka lintas agama yang sejak dulu akrab dalam isu keberagaman, Tunggal membaurkan dirinya dalam parade ini.
Sayang sekali, kesucian pikir aktivis seperti Tunggal, rohaniwan seperti Suster Irene, Romo Andang, dan beberapa nama lain yang mungkin tidak berharap acara ini diselewengkan secara politis, harus dikotori oleh ulah sekelompok orang yang ditengarai berhaluan politik tertentu.
Akibatnya, tentu saja, publik buru-buru melabeli niat tulus Tunggal dan kawan-kawan sebagai bagian dari kelompok atau orang, yang menurut Tunggal tak akan pernah didukungnya sampai kapanpun.
Dalam acara -yang akhirnya terkuak- sarat bagi-bagi uang, bagi-bagi kaos, dan bagi-bagi pin bergambar pasangan calon nomor 2 di Pilkada Jakarta, ada dua sisi mata uang yang tak dapat dipisah satu dengan lainnya.
Fakta bahwa ada aktivis yang sungguh menginginkan acara ini terselenggara untuk menyelamatkan bangsa dari perpecahan akibat tidak tegaknya toleransi beragama dan supremasi hukum adalah sebuah sisi mata uang.
Fakta lainnya, bahwa ada ratusan orang didatangkan dari luar Jakarta, tanpa tahu untuk apa mereka ke Jakarta, yang menerima uang dengan jumlah bervariasi menjadi menjadi sebuah sisi mata uang lainnya.
Siapa saja orang-orang yang didatangkan tersebut? Siapa yang mendatangkan mereka? Siapa yang membayari mereka? Apakah mereka sungguh peduli dengan Bhinneka Tunggal Ika?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut mengemuka dengan jawaban yang hanya bisa ditafsirkan oleh hati yang jernih dan jujur. Naif rasanya mensejajarkan idealisme seorang Tunggal Prawesti, Suster Irene, Romo Andang, Okky Madasari dengan saudara-saudara lain yang mengikuti parade hanya karena mereka menerima bayaran.
Tetapi fakta bahwa parade ini dimanfaatkan oleh pendukung pasangan calon gubernur DKI juga tidak bisa diabaikan.
Keduanya telah menjadi sekeping mata uang yang tidak bisa saling dipisahkan karena terjadi dalam sebuah momen yang sama.
Namun pada akhirnya, acara ini setidaknya telah mampu memberi rasa bahagia bagi sekelompok orang meski untuk alasan yang berbeda-beda satu.
Hal yang terpenting yang perlu dicatat, jangan pernah biarkan kebhinnekaan Indonesia yang selama ini sudah terjaga dengan baik direnggut oleh sekelompok elit yang menginginkan kehancuran bangsa untuk memuaskan syahwat kuasa mereka. (pp)

Source link

Kata Kunci Pencarian:
Tunggal pawestri mualaf,parade binneka gagal,parade bhineka gagal,ika gajah tunggal,http://www detikberita co/Info-gambar-perempuan-muslim-menyusui html/page/6,http://www detikberita co/Info-fakta-aksi-bela-islam-212-mengguncang-dunia html/page/11,http://www detikberita co/2016/11/membaca-keberpihakkan-parade-bhinneka-tunggal-ika-kabar-terupdate-hari-ini html,hari ini pawai bhineka tunggal ika,demo bhineka gagal,daftar harga ban mobil gajah tunggal terbaru,

Loading...
loading...
loading...