Amburadulnya Negara 'karena' Ahok : Detikberita.co Terhangat Hari Ini

Posted on

AHOK telah tersangka, tapi seruan untuk penangkapan ahok masih memanas.  Jakarta menjadi pusat kegaduhan di Indonesia. Bagaimana tidak, statement seorang pemimpin yang notabene sebagai gubernur ini banyak menyakitkan kaum muslim.

Di lain pihak, sisi politis menjadi lawan isu atas tersangkanya Ahok kian memecah bangsa ini. Agama memang berbeda dari politik atau Pilkada, tapi nyatanya pembelaan Ahok juga diwakili oleh relawan-relawan Pilkada dan partai pengusung.

Bergeraknya unsur-unsur negara dalam kasus Ahok ini menambah daftar pertanyaan yang tidak pernah selesai dijawab. Unsur Polri dan militer terkesan menghalangi kebebasan berpendapat dengan larangan aksi dan mengatakan adanya makar terhadap presiden.

Menteri-menteri terlihat sibuk berkunjung ke daerah dengan membawa pesan-pesan penegakan hukum. Unsur Muspida di tiap daerah bergerak selaras menghimbau pesan damai, seolah makar dan kudeta akan terlaksana walau data yang diperoleh itu hanya dari media sosial.

Saya harus mengatakan ironi dan kerusakan negeri ini akan terus terjadi jika negara melihat semua variabel kejadian di negara ini secara politis.

Menanggapi pemberitaan tentang agenda pertemuan organisasi kepemudaan dengan menteri pertanian beberapa waktu lalu memang mengundang polemik.
Tetapi saya harus mempertegas bahwa idealisme tidak diukur atas keakraban dan pertemuan, tapi perjuangan dan keikhlasan.

Badko HMI Sulselbar tetap akan turun menetang kekuasaan rezim Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Serta mengawal penegakan hukum kasus penistaan agama yang dilakukan Bapak Basuki Tjahja Purnama.

Revolusi, makar, atau kudeta adalah jalan terakhir, ketika sarana penyampaian aspirasi dan penegakan hukum yang merupakan pilar demokrasi dipermainkan sesuka hati.

Salam Perjuangan!!

Oleh: Taufiq Husaini, Ketua Umum Badko HMI Sulselbar



Source link

Loading...
loading...
loading...